Feeds:
Posts
Comments

Susie Salmon seorang gadis berusia 14 tahun yang mati diperkosa dan dibunuh oleh tetangganya sendiri pada satu sore berkabut di bulan Desember 1973.  Sebagai informasi, adegan perkosaan dan pembunuhan tidak dipertontonkan disini. Film ini boleh dikata masuk dalam kategori “family movies”, dan untuk saya tidak ada adegan yang tidak pantas sepanjang durasi film.

Fokusnya bukan perkosaan dan pembunuhan, tapi apa yang terjadi setelah itu. Susie perlahan-lahan menyadari bahwa dia tidak lagi berada diantara orang-orang hidup. Dia tidak bisa lagi berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Dunia yang didiaminya sekarang adalah dunia setelah dia mati. Alur cerita semuanya dilihat dari sudut pandang Susie di dunianya yang baru.


Paska kematiannya, Susie melihat dan turut merasakan duka cita kedua orang tuanya. Dia juga melihat pembunuhnya dan tahu bahwa si pemerkosa dan pembunuh itu akan kembali melakukan hal yang sama pada gadis lain jika saatnya tiba. Dia melihat pemuda yang berjanji menunggunya di gazebo sore itu berdiri menunggunya tanpa menyadari bahwa maut sudah menjemput Susie.

Apa yang terjadi dengan keluarga yang ditinggalkan Susie? Dengan pembunuhnya? Siapa yang Susie temui di “alam baka”? Buat saya jalan  cerita “The Lovely Bones” cukup mulus, dengan “ending” yang cukup membumi.  Dua film lain yang mengingatkan saya pada “The Lovely Bones” adalah “What Dreams May Come” (Robin Williams) dan “The Five People You Meet in Heaven” yang difilmkan berdasarkan novel Mitch Albom ber judul sama.

Film yang cukup bagus. Saya menikmatinya.

-D

What a day at Farmville!

I can barely keep up with the latest updates going on at FV. Some of my neighbors have had problems get into their farms for the last few days–out of sync messages keep popping up–Looking at this thread, http://forums.zynga.com/showthread.php?t=277721, the problem seems universal. Some have reported that their farms back in business, though, which is great.

Anyway, I am still trying to collect the collectable items when they launch the new guava tree. I haven’t had enough guava trees yet when the free carrier pigeons arrive. You can get it for free in exchange for your email address. Super pumpkin seeds follow. And the football items for the season. Honestly I am not a fan of US football but the football trees surely look cute :) Super pumpkin seeds result in gigantic pumpkins for my first harvest but my second harvest just gives me regular pumpkins–except the ones fertilized by friends– though I still get 100 per harvest. (Compared to regular pumpkins, 68 per harvest) Super pumpkins will last for a few days only–not that I am planning to plant them after 2 harvests–


Today I can’t get the rewards posted by my neighbors on facebook newsfeed (eggs, collectables, coins) Looks like facebook has had some “performance issues”, whatever that means :D   I see someone publishing this:

FARMVILLE PEEPS: Before you publish anything, please click on the lock icon next to the publish button and change to everyone. Otherwise, we all don’t get a chance to collect items, it just takes us straight to our farms. Thank you!!

Looks like there is now a button to choose before publishing anything from the virtual farm. Wondering if this is going to be permanent…

Enough of my virtual farming rambling for the day. Real life awaits me outside…:D

-D

Durian Tree @ Farmville?

Lots of things have been going on around the farm (ville!) Today they released a few giftable items and guess what, one of them is durian tree! Love it or hate it–when it comes to durian, one can barely have “moderate” opinion–I personally love it. I grew up eating durians…:) For many people it’s an acquired taste though in the end they’ll generally say they love it or they hate it (so much!) Do you know that when a durian falls from the tree and hits you in the head, you can die or get badly injured? That’s because the fruit is as dangerous as it looks. It’s surrounded by sharp, big thorns.

Continue Reading »

Ramalan cuaca seputaran musim dingin di Pacific Northwest bisa dipastikan sering kacau. Diramalkan badai salju,
ternyata salju tidak datang. Diramalkan hujan, ternyata salju nongol menjelang akhir tahun. Tidak ada angin tiada badai, tahu-tahu butiran-butiran lembut berwarna putih mulai jatuh dari langit di siang hari 29 Desember 2009. Tidak seperti badai salju di pantai timur yang jauh-jauh hari sebelumnya sudah digembar-gemborkan di stasiun-stasiun TV, salju di baratdaya pantai barat ini diam-diam saja singgah. Tidak lama, cuma semalam. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya disini, 29 Desember 2009 menjadi satu-satunya hari bersalju di tahun ini. Lumayan untuk mengobati kerinduan saya.

-D

Avatar: Penuh Warna dan Makna

160 menit ternyata berlalu begitu cepat, soalnya sebelum beli tiket saya sempat bertanya-tanya apa film ini tidak buang-buang waktu ditonton di gedung bioskop dengan tiket 11 dollar dua puluh lima sen (Avatar 3D yang diputar jam siang)

Buat orang yang tidak bisa duduk diam, ternyata Avatar membuat saya tetap diam selama nyaris tiga jam. Saya terpesona dan larut dengan jalan cerita dan grafik yang boleh dikata tanpa cela. Apalagi efek tiga dimensi yang membuat film ini jauh lebih hidup–setidaknya dua kali saya berkelit pada beberapa adegan yang menimbulkan efek seakan-akan ada dinamit atau batu dilempar tepat di depan saya–


Avatar berkisah tentang eskpansi manusia (disebut sebagai “the sky people”) ke planet lain dengan niatan mengambil alih planet tersebut dari para penduduk aslinya–the blue people–yang sebelumnya hidup begitu harmonis dengan apa saja yang ada disekelilingnya. Seperti tipikal perang di bumi, beberapa “mata-mata manusia” dikirim untuk mengetahui lebih jauh tentang penduduk planet setempat. Avatar dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan sebagai “appearance” (penampilan) atau “manifestation” (perwujudan). Dalam film ini, Avatar adalah ‘the blue people’ buatan manusia, berwujud sama seperti penduduk lokal planet tersebut, tapi pikiran dan kesadarannya adalah milik manusia. Konsepnya sama dengan avatar yang kita ciptakan jika main virtual games. Di film ini, kita mentransfer kesadaran dan pikiran kita ke avatar hasil rekayasa tersebut. Singkat kata: tubuh asing, pikiran tetap milik kita.

Selebihnya, silahkan ditonton sendiri. Dijamin tidak akan rugi. Selain efek visual dan jalan cerita yang mengaduk-aduk semua emosi para penontonnya, cerita Avatar sangat universal dan relevan dengan kehidupan manusia sekarang ini. Avatar bisa menjadi tempat kita berkaca dan bertanya: “Seperti itukah manusia?” Yang jelas sih, gak usah the ‘blue people’ yang tidak ada mirip-miripnya dengan manusia. Sama-sama manusia tapi berkulit lain, beragama lain, berbicara bahasa lain, banyak yang masih saling curiga! :P

Pada akhirnya toh di film ini, di tubuh siapapun sang “pendekar” berada, tubuh hanyalah tubuh…”I see you” kata si gadis biru pada si pemuda avatar. “I see you.” kata si pemuda avatar dalam bentuk manusianya. Seandainya kita juga bisa saling melihat seperti mereka….:)

-D

Older Posts »