February 1, 2010 by detrie
Susie Salmon seorang gadis berusia 14 tahun yang mati diperkosa dan dibunuh oleh tetangganya sendiri pada satu sore berkabut di bulan Desember 1973. Sebagai informasi, adegan perkosaan dan pembunuhan tidak dipertontonkan disini. Film ini boleh dikata masuk dalam kategori “family movies”, dan untuk saya tidak ada adegan yang tidak pantas sepanjang durasi film.
Fokusnya bukan perkosaan dan pembunuhan, tapi apa yang terjadi setelah itu. Susie perlahan-lahan menyadari bahwa dia tidak lagi berada diantara orang-orang hidup. Dia tidak bisa lagi berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya. Dunia yang didiaminya sekarang adalah dunia setelah dia mati. Alur cerita semuanya dilihat dari sudut pandang Susie di dunianya yang baru.
-
-
The Lovely Bones disutradari oleh Peter Jackson (The Lords of the Rings)
-
-
The Lovely Bones (2)
-
-
Baru tahu kalau ada novelnya–belum pernah baca–
Paska kematiannya, Susie melihat dan turut merasakan duka cita kedua orang tuanya. Dia juga melihat pembunuhnya dan tahu bahwa si pemerkosa dan pembunuh itu akan kembali melakukan hal yang sama pada gadis lain jika saatnya tiba. Dia melihat pemuda yang berjanji menunggunya di gazebo sore itu berdiri menunggunya tanpa menyadari bahwa maut sudah menjemput Susie.
Apa yang terjadi dengan keluarga yang ditinggalkan Susie? Dengan pembunuhnya? Siapa yang Susie temui di “alam baka”? Buat saya jalan cerita “The Lovely Bones” cukup mulus, dengan “ending” yang cukup membumi. Dua film lain yang mengingatkan saya pada “The Lovely Bones” adalah “What Dreams May Come” (Robin Williams) dan “The Five People You Meet in Heaven” yang difilmkan berdasarkan novel Mitch Albom ber judul sama.
Film yang cukup bagus. Saya menikmatinya.
-D
Posted in Books/Movies, Just For Fun | Tagged buku the lovely bones, cerita the lovely bones, film the lovely bones, jasad indah, sutradara the lovely bones, the lovely bones | Leave a Comment »
January 15, 2010 by detrie
Lots of things have been going on around the farm (ville!) Today they released a few giftable items and guess what, one of them is durian tree! Love it or hate it–when it comes to durian, one can barely have “moderate” opinion–I personally love it. I grew up eating durians…:) For many people it’s an acquired taste though in the end they’ll generally say they love it or they hate it (so much!) Do you know that when a durian falls from the tree and hits you in the head, you can die or get badly injured? That’s because the fruit is as dangerous as it looks. It’s surrounded by sharp, big thorns.
-
-
giftable durian tree @ FV
-
-
Frozen durian bought at the local Asian store :)
-
-
Virtual durian n starfruit trees @ my virtual farm
-
-
Durian the controversial fruit
-
-
Starfruit tree at then home..
-
-
Cashew trees and a golden gnome @ FV
Continue Reading »
Posted in In English, Just For Fun | Tagged duren, durian, durian tree farmville, farmvile durian, farmville starfruit, harvest durian tree farmville, pohon durian farmville, starfruit tree farmville | 4 Comments »
January 6, 2010 by detrie
Ramalan cuaca seputaran musim dingin di Pacific Northwest bisa dipastikan sering kacau. Diramalkan badai salju,
ternyata salju tidak datang. Diramalkan hujan, ternyata salju nongol menjelang akhir tahun. Tidak ada angin tiada badai, tahu-tahu butiran-butiran lembut berwarna putih mulai jatuh dari langit di siang hari 29 Desember 2009. Tidak seperti badai salju di pantai timur yang jauh-jauh hari sebelumnya sudah digembar-gemborkan di stasiun-stasiun TV, salju di baratdaya pantai barat ini diam-diam saja singgah. Tidak lama, cuma semalam. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya disini, 29 Desember 2009 menjadi satu-satunya hari bersalju di tahun ini. Lumayan untuk mengobati kerinduan saya.
-
-
Salju basah di sela-sela pohon pinus
-
-
Desember bersalju dan berkabut
-
-
Es di atas dedaunan
-D
Posted in Just For Fun, Uncategorized | Tagged december 09 snow, desember salju, pacific northwest snow 09, salju, salju di daun, salju di pinus, snow | Leave a Comment »
December 29, 2009 by detrie
160 menit ternyata berlalu begitu cepat, soalnya sebelum beli tiket saya sempat bertanya-tanya apa film ini tidak buang-buang waktu ditonton di gedung bioskop dengan tiket 11 dollar dua puluh lima sen (Avatar 3D yang diputar jam siang)
Buat orang yang tidak bisa duduk diam, ternyata Avatar membuat saya tetap diam selama nyaris tiga jam. Saya terpesona dan larut dengan jalan cerita dan grafik yang boleh dikata tanpa cela. Apalagi efek tiga dimensi yang membuat film ini jauh lebih hidup–setidaknya dua kali saya berkelit pada beberapa adegan yang menimbulkan efek seakan-akan ada dinamit atau batu dilempar tepat di depan saya–
-
-
Jake (kanan, tokoh utama, salah satu Avatar) dan Neytiri (kiri, asli Pandora)
-
-
Dibalik film Avatar, adalah seorang James Cameron…(sutradara “Titanic”)
-
-
Kacamata 3D membuat film ini menjadi begitu hidup!!
Avatar berkisah tentang eskpansi manusia (disebut sebagai “the sky people”) ke planet lain dengan niatan mengambil alih planet tersebut dari para penduduk aslinya–the blue people–yang sebelumnya hidup begitu harmonis dengan apa saja yang ada disekelilingnya. Seperti tipikal perang di bumi, beberapa “mata-mata manusia” dikirim untuk mengetahui lebih jauh tentang penduduk planet setempat. Avatar dalam bahasa Inggris bisa diterjemahkan sebagai “appearance” (penampilan) atau “manifestation” (perwujudan). Dalam film ini, Avatar adalah ‘the blue people’ buatan manusia, berwujud sama seperti penduduk lokal planet tersebut, tapi pikiran dan kesadarannya adalah milik manusia. Konsepnya sama dengan avatar yang kita ciptakan jika main virtual games. Di film ini, kita mentransfer kesadaran dan pikiran kita ke avatar hasil rekayasa tersebut. Singkat kata: tubuh asing, pikiran tetap milik kita.
Selebihnya, silahkan ditonton sendiri. Dijamin tidak akan rugi. Selain efek visual dan jalan cerita yang mengaduk-aduk semua emosi para penontonnya, cerita Avatar sangat universal dan relevan dengan kehidupan manusia sekarang ini. Avatar bisa menjadi tempat kita berkaca dan bertanya: “Seperti itukah manusia?” Yang jelas sih, gak usah the ‘blue people’ yang tidak ada mirip-miripnya dengan manusia. Sama-sama manusia tapi berkulit lain, beragama lain, berbicara bahasa lain, banyak yang masih saling curiga!
Pada akhirnya toh di film ini, di tubuh siapapun sang “pendekar” berada, tubuh hanyalah tubuh…”I see you” kata si gadis biru pada si pemuda avatar. “I see you.” kata si pemuda avatar dalam bentuk manusianya. Seandainya kita juga bisa saling melihat seperti mereka….:)
-D
Posted in Books/Movies | Tagged avatar 3D, avatar movie, avatar penuh makna, avatar penuh warna, avatar tiga dimensi, film avatar, film avatar james cameron, film bagus avatar, jake, james cameron avatar, neytiri, pandora avatar | Leave a Comment »